Print Friendly and PDF
Showing posts with label mesin. Show all posts
Showing posts with label mesin. Show all posts

Pabrik Pemintalan

Pabrik tempat benang diproduksi atau lebih kita kenal dengan pabrik pemintalan yang disingkat PATAL adalah merupakan tempat proses pengolahan dimana kapas atau serat lain sebagai bahan baku benang disejajarkan seratnya satu sama lain dan dibentuk menjadi ukuran sesuai keinginan kemudian diberi pilinan/spin agar serat-seratnya menyatu dan tidak terlepas. Adapun proses pembuatan benang itu sendiri menggunakan mesin-mesin yang memiliki fungsi yang berbeda mulai dari bahan baku, hingga menjadi benang siap pakai/siap jual. Mesin-mesin tersebut antara lain :


1. Mesin Blowing

gambar : feriyulinanto wordpress
Pada mesin ini, bahan baku diolah dari serat mentah menjadi serat tunggal dan melepaskan serat atau benda-benda asing, simpul-simpul kusut serta gumpalan-gumpalan serat yang kusut dan pendek. Pada mesin ini pula, formulasi bahan baku diramu sesuai mutu benang yang diharapkan. Hasil akhir dari proses di mesin blowing ini menghasilkan lembaran serat yang berbentuk silinder /lap yang rata. 



2. Mesin Carding
gambar : machine-cotton.missouri.edu
Pada mesin ini serat dibersihkan, diurai serta dipisahkan mejadi serat panjang dan serat pendek, lap dari mesin blowing, nantinya akan berubah menjadi sliver









3. Mesin Combing
gambar : hubpages.com
Mesin sisir digunakan untuk menghilangkan serat-serat pendek dalam ikatan serat (sliver), meluruskan serat-serat panjang dan mensejajarkannya, dan menghilangkan nep dan abu. Namun dengan pertimbangan biaya produksi, tidak semua serat sliver melalui mesin ini. Benang yang melalui mesin ini disebut benang Combed, sedang yang hanya melalui mesin carding saja, dinamakan benang Carded.





4. Mesin Drawing
gambar : alibaba.com
Pada mesin ini sliver dari mesin carding dan mesin combing digandakan, ditarik dan diregangkan agar menjadi lebih rata. Penggandaan itu sendiri adalah merangkapkan 2 atau lebih sliver menjadi satu untai untuk mengurangi ketidak rataan sliver. Penarikan adalah menarik ikatan serat tebal menjadi kecil dengan menggunakan dua pasang rol yang mempunyai kecepatan yang berbeda.






5. Mesin Roving
gambar : oerlikontextile.com
Sliver dari mesin drawing masin terlalu tebal untuk langsung dimasukan ke mesin pemintalan, di mesin roving ini, sliver diperkecil hingga mencapai yang sesuai untuk dipintal. Sliver tadi dipilin untuk memberikan kekuatan / strength yang dikehendaki, kemudian digulung menjadi roving.








6. Mesin Pintal/Spinning
gambar : rieter.com
Pada mesin ini, roving ditarik menjadi ukuran yang  diharapkan dan diberi pilinan (Twist) biasanya ukuran pilinan itu dinyatakan dengan TPI / Twist Per Inch yang artinya jumlah pilinan per 1 inch benang. Pilinan itu sendiri berfungsi untuk memberikan kekuatan atau strength yang diinginkan. Dari mesin pintal ini, kita bisa lihat hasilnya berupa benang pintal.






7. Mesin Winding
gambar : shutterstock.com
Benang pintal dari mesin pintal/spinning ini akan berupa benang yang digulung pada bobin-bobin, dan untuk membuat benang tadi siap pakai, maka akan di gulung kembali ke media berupa cone yang diproses di mesin winding. Proses winding ini juga berguna untuk membuang benang-benang yang tidak kuat dan tidak rata.


Info Mesin

Berikut saya sampaikan info mesin produksi handuk atau mesin tenun handuk yang biasa digunakan di pabrik-pabrik handuk saat ini, diantaranya :

MESIN TENUN TEROPONG / SHUTTLE

gambar : mesin-mesin-indonesia.com
Model Mesin tenun teropong/Shuttle ini mungkin sudah mulai ditinggalkan dengan pertimbangan rendahnya produktivitas karena kecepatannya yang rendah pula karena hanya digerakan dengan motor yang memiliki kecepatan maksimal hanya 150 rpm, suaranya yang bising serta spare part yang berumur pendek. Dinamakan mesin Tenun Shuttle karena prinsip kerja dari mesin ini dimana benang pakan di bawa oleh benda secara bolak-balik ke kiri dan ke kanan secara terus menerus. Teropong yang berisi benang pakan, apabila sampai ke sisi kiri, dia akan dipukul ke arah kanan demikian pula sebaliknya sehingga membentuk anyaman atau tenunan. Pada mesin shuttle yang memproduksi handuk dan dilengkapi dengan jaquard, mekanisme kerjanya yaitu, Shuttle yang membawa benang pakan dipukul ke arah kanan, kemudian dipukul kearah kiri, lalu benang lusi yang diatur oleh mesin jaquard naik atau turun, kemudian ditutup dengan shuttle yang bergerak kebali untuk mengikat benang lusi tersebut diatas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 1 kartu jaquard yang mengatur turun naiknya benang lusi yang nantinya membentuk gambar pada handuk = 3 helai benang pakan.

AIR JET LOOM

Mesin tenun terus menerus dikembangkan dengan menggunakan teknologi mutakhir tiada lain guna meningkatkan volume produksi sehingga dapat mendongkrak produktifitas yang pada ujungnya dapat menurunkan biaya produksi yang berpengaruh pada harga jual.

Air Jet Loom -
 gambar : www. jwgf.com
Pada dasarnya Mesin Tenun Air Jet Loom ini sama dengan mesin Shuttle, namun pergerakan benang pakan tidak lagi menggunakan teropong yang dipukul ke kiri dan kekanan secara terus menerus, tetapi menggunakan Udara Bertekanan / Air Jet sebagai media pembawa pakan. Udara diatur tekanannya sedemikian rupa melalui pengatur tekanan udara/angin (regulator), kemudian disemprotkan melalui nozzle bersama benang pakan menyisip ke benang lusi ke kiri dan kekanan sampai pinggiran kain , Angin yang ada tidak ditembakkan secara terus-menerus, tetapi diatur secara elektronik valve saat terjadi penyisipan benang pakannya.Besar kecilnya tekanan angin diatur sesuai ketentuan agar didapat suatu keseimbangan antara benang pakan sampai keujung kain, tetapi tidak merusak atau memutuskan benang pakan tersebut.


 WATER JET LOOM

Water Jet Loom - 
gambar : www.globaltextiles.com 
Cara kerjanya, air dipompa dan di atur tekanannya dengan regulator untuk ditembakkan melalui nozzle untuk membawa benang pakan. Solenoid valve akan membuka tembakan air sesuai sudut interval penyisipan benang pakan mesin air jet loom. Sedangkan di water jet loom tidak memakai sub noozle karena tekanan air yang ditembakan sudah cukup kuat membawa benang pakan. Mesin ini biasanya dipakai pada proses kain yang menggunakan benang dengan tingkat strength yang tinggi seperti filament , dimana apabila menggunakan mesin Air Jet Loom akan merusak dengan meninggalkan goresan karena benang filament ini sangat keras dan tajam. Dengan menggunakan Water Jet, benang bisa diantarkan dengan sempurna karena tekanan air lebih kuat dari tekanan udara/angin.



RAPIER LOOM


Rapier Loom - 
gambar : huahongjx.en.made-in-china.com


Mesin Rapier Loom ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu :

  • Sistem Stick/Tongkat, Pada jenis ini, benang pakan akan dibawa atau diantarkan oleh tongkat pertama ke tongkat kedua baru kemudian dilepaskan.
  • Sistem Flexible Rapier, pada prinsipnya sama saja, namun tongkat yang digunakan pada sistem pertama diganti dengan belt/sabuk atau rantai yang bersifat flexible sehingga mesin tenun tidak menjadi lebih lebar dan lebih nyaman untuk produksi kain yang tenun yang lebar


PROJECTILE LOOM


Projectile Loom - Pro gambar : hiwtx.com


Sistem kerja mesin jenis ini adalah, benang pakan dijepit pada projectile kemudian ditembakan sampai ujung kain, setelah benang mengalami pengetekan, projectile kembali melalui jalan bawah untuk kembali diisi benang. Mesin ini cocok untuk produksi kain yang relatif lebar.