Krisis Air Bersih

gambar : kabarkite.com
Tak ada yang meragukan akan fungsi air bersih yang sangat vital dalam menunjang kehidupan manusia mulai dari untuk kebutuhan konsumsi misalkan minum, masak serta kebutuhan lain seperti mencuci dsb. Para ahli memprediksi Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih pada tahun 2025, Sebenarnya  Indonesia merupakan negara yang kaya akan ketersediaan air,  Cadangan air Indonesia mencapai 2.530 km3/tahun yang termasuk dalam salah satu negara yang memiliki cadangan air terkaya di dunia., sangat disayangkan potensi ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung menurun akibat pencemaran lingkungan dan kerusakan daerah tangkapan air. Kondisi diperburuk dengan perubahan iklim yang mulai terasa dampaknya sehingga membuat Indonesia mengalami banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau.
Ada beberapa penyebab terjadinya krisis air bersih di Indonesia khususnya didaerah perkotaan, antara lain :

Masalah kependudukan,
  • Laju pertambahan dan perpindahan penduduk ke perkotaan yang cukup tinggi; 
  • Penggunaan lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air.
  • Pembangunan gedung-gedung di kota besar banyak yang tidak mematuhi perbandingan lahan terpakai dan lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah; 
  • Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan aktivitas domestik, industri, erosi, dan pertanian; dan
  • Eksploitasi air tanah yang berlebihan yang dilakukan oleh gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, apartemen, pengusaha laundry, dan bangunan lainnya.
Masih kecilnya cakupan pelayanan PDAM keseluruh pelosok Indonesia.
Secara umum, pelayanan air bersih di perkotaan di Indonesia sampai tahun 2000 baru mencapai 39% atau 33 juta penduduk, yang berarti bahwa sekitar 119 juta penduduk belum memiliki akses terhadap air bersih.

Pengaruh pergantian musim
Menyebabkan pasokan air tidak merata. Pergantian antara musim hujan dan musim kemarau di Indonesia terlihat menjadi sangat kontras di mana pada musim hujan terjadi banjir tapi pada saat musim kemarau krisis air bersih.
Ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah , di antaranya:
  1. Pengaturan pemanfaatan air tanah yang disertai dengan pengawasan yang ketat;
  2. Pemberian surat IMB (izin mendirikan bangunan) harus disertai kewajiban penyediaan lahan terbuka;
  3. Kewajiban memperbaiki kualitas dan mengembalikan tata guna air sesuai pemanfaatan sebagaimana yang telah dimanfaatkan oleh setiap pengguna air; 
  4. Setiap pengguna air harus diwajibkan membiayai pengadaan air bersih; dan 
  5. Setiap bangunan harus diwajibkan membuat sumur resapan sehingga dapat meningkatkan cadangan air tanah.
Untuk mengatasi krisis air bersih perlu dilakukan penyelamatan lingkungan, termasuk di antaranya penyelamatan sumber-sumber air, harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui menggalakkan gerakan hemat air, menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree .
Kualitas air juga berkaitan dengan kelayakan pemanfaat air untuk berbagai kebutuhan, dan juga berhubungan dengan volume dan daya pulih air untuk menerima beban pencemaran dalam jumlah tertentu. Dan kelayakan air, terutama untuk minum. Konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai (DAS), pembangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, dan waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau. Mencegah seminimal mungkin air hujan terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori, dapat mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan.
Kesadaran manusia yang paling diharapkan, ikut menjaga kelestarian alam sekitar dan peduli lingkungan hidup. Itu sangatlah penting untuk menghasilkan kualitas sumber daya air yang layak minum, baik pada musim kemarau ataupun musim hujan.

lazada 


sumber :
http://www.garutkab.go.id
http://berkas.dpr.go.id

2 comments:

Royyan Dwi said...

Usulan nich Gan, Gimana kalau PDAM diganti saja namanya dengan PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) soalnya kan PDAM tidak bisa diminum langsung, harus dimasak dulu gitu.

Farhan Maulani said...

eh ada de Oyan, iya dech entar saya usulin..hehehe
terima kasih ya